BOGOR SEHAT

Informasi pelayanan kesehatan terdepan di Bogor

banner 728x90

Ditolak Gunakan Mobil Siaga Desa, Warga Miskin Klapanunggal Penderita Ginjal Tidak Bisa Cuci Darah

Ditolak Gunakan Mobil Siaga Desa, Warga Miskin Klapanunggal Penderita Ginjal Tidak Bisa Cuci Darah

Anta dievakuasi sejumlah wartawa dan warga ke RS MH Thamrin Cileungsi

Bak sudah jatuh ditimpa tangga pula. Begitu kira-kira nasip yang mendera Anta (35), warga Kampung Lebak RT18/08, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Sudah setahun lebih dia menderita sakit gagal ginjal yang mengharuskannya rutin menjalani cuci darah. Namun, meski memiliki kartu BPJS, kemiskinan membuatnya kesulitan untuk pembiayaan transportasi dari rumah ke rumah sakit.
Awalnya, keluarga Anta mendapatkan bantuan dari kantor desa berupa kendaraan untuk akomodasi selama proses cuci darah. Kendaraan yang digunakan adalah Mobil Siaga Desa Nambo. Namun, dalam dua pekan belakangan ini, pihak desa, dengan alasan tertentu, tidak lagi memfasilitasi transportasi Anta dari rumah ke RS PMI Bogor, tempatnya menjalani cuci darah.
Alhasil, selama dua pekan, Anta tidak menjalani cuci darah. Padahal, dia harus rutin menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan. Tidak heran, kondisinya pun langsung melemah. Pihak keluarga tidak mampu berbuat apa-apa dikarenakan faktor ekonomi. Anta terpaksa dibiarkan terbaring lemah di rumah.
Keberadaan Anta kemudian tercium kalangan wartawan. Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Bogor Timur Jurnalis (BTJ) kemudian bersimpati dan langsung membawa pasien ke RS MH Thamrin Cileungsi untuk penanganan lebih lanjut. Setelah mendapatkan penanganan di UGD RS MH Thamrin Cileungsi, pasien kemudian dirujuk ke RS PMI Bogor.
Jani G, SE, Humas RS MH Thamrin Cileungsi yang ditemui bogorsehat.com, membenarkan adanya pasien yang dibawa oleh sejumlah wartawan. “Sama seperti pasien lainnya, kita melakukan penanganan dengan baik. Namun, pasien kemudian dirujuk oleh dokter ke RS PMI, dimana pasien selama ini menjalani cuci darah,” jelasnya.
Camat Klapanunggal Ade Yana Mulyana yang dikonfirmasi wartawan terkait hal itu, menegaskan akan menegur Kepala Desa Nambo yang telah menelantarkan warganya. “Mobil siaga desa itu diperuntukan untuk kepentingan warga, apalagi kalau warganya sakit parah itu harus diutamakan, kalau hanya untuk kegiatan desa kendaraan yang lain juga ada, selain itu saya juga akan melakukan pendampingan agar mendapatkan bantuan dari dinas sosial,” jelas Ade.
Diketahui, sebenarnya setiap desa sudah memiliki mobil siaga untuk semua warganya yang membutuhkan baik itu hendak dibawa ke rumah sakit dan kondisi mendesak lainnya. Namun sangat disayangkan, mobil siaga desa bantuan melalui anggaran APBD Pemkab Kabupaten tersebut tak berjalan untuk digunakan dalam tindakan sosial. O eka sura

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.