BOGOR SEHAT

Informasi pelayanan kesehatan terdepan di Bogor

banner 728x90

Hati-hati! Stres Bikin Pasien Penyakit Jantung Meninggal Lebih Cepat

Hati-hati! Stres Bikin Pasien Penyakit Jantung Meninggal Lebih Cepat

repro

Bahaya stres bagi pasien jantung cukup fatal. Menurut penelitian terbaru dari Australia, stres bisa memperparah kondisi penyakit yang diidap, bahkan meningkatkan risiko kematian.
Dr Ralph Stewart, pakar kesehatan jantung dari Auckland City Hospital dan University of Auckland, melakukan penelitian kepada 950 partisipan asal Australia dan Selandia Baru. Ditemukan bahwa stres, depresi hingga rasa cemas berlebih bisa membuat pasien penyakit jantung meninggal lebih cepat.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Hearth menyebut sekitar 4 persen partisipan memiliki masalah kejiwaan seperti stres, depresi dan gangguan cemas. Bagi mereka yang mengalami masalah kejiwaan tersebut, risiko kematian akibat serangan jantung 4 kali lebih besar.
Tak hanya itu, peneliti juga menyebut mereka berisiko 3 kali lebih besar meninggal dalam jangka waktu 12 tahun ke depan dibandingkan dengan partisipan yang tidak memiliki masalah kejiwaan. Peningkatan risiko tidak ditemukan pada pasien jantung yang memiliki masalah kejiwaan kategori rendah.
“Penelitian ini membuktikan bahwa dalam jangka panjang, beban mental lebih berbahaya bagi pasien penyakit jantung,” tutur Dr Ralph, dikutip dari Reuters.
“Sampai saat ini kami belum mengetahui apakah memberikan penanganan pada masalah kejiwaan yang dialami dapat menurunkan risiko kematian. Namun berdasarkan bukti-bukti yang ada, sangat baik bagi pasien penyakit jantung untuk menghindari dan stres mengelolanya dengan baik,” tambahnya.
dr Gjin Ndrepepa dari German Hearth Center Munich mengatakan stres yang dirasakan dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol hingga gula darah seseorang. Stres juga dapat membuat seseorang lebih ingin merokok, minum alkohol dan bermalas-malasan.
“Stres diketahui membuat penyakit berkembang lebih cepat. Karena itu saya percaya pasien jantung yang mengalami depresi seharusnya juga mendapat penanganan untuk masalah kejiwaannya,” ungkap dr Ndrepepa mengomentari penelitian ini. O liputan6/bs-1

Tags:
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply