BOGOR SEHAT

Informasi pelayanan kesehatan terdepan di Bogor

banner 728x90

Rumah Sakit Medika Dramaga Tampik Tuduhan Keluarga Pasien

Rumah Sakit Medika Dramaga Tampik Tuduhan Keluarga Pasien
RS Medika Dramaga

BOGOR:Rumah Sakit Medika Dramaga (RSMD) menampik apa yang dituduhkan sepihak keluarga pasien Siti Masitoh. Dr Dwi Putra, Kepala Instalasi IGD RSMD yang didampingi Jani Ginting, SE, Humas Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bogor Raya, menegaskan, sesuai fakta di lapangan, apa yang terjadi dengan meninggalnya pasien Siti Masitoh di RSMD bukan karena tidak adanya ambulance. Tetapi karena sakit yang diderita pasien tersebut sudah akut.
“Pasien tersebut didiagnosa menderita penyakit kanker paru stadium IV dan mestasitasi. Pasien bahkan sedang menjalani radioterapi dari RSCM,” kata Dr Dwi Putra, Kamis (7/12).
Dia menyatakan, pasien Ny. Siti Masitoh (38) datang ke IGD RS Medika Dramaga sekitar pukul 06.00 dengan menderita penyakit kanker paru stadium IV dan mestasitasi dan berdasarkan rekam medis kesehatan pasien sempat menjalani radioterapi di RSCM. Ketika tiba di RSMD, kondisi kesadaran pasien sudah mulai menurun dan sesak nafas.
“Saat itu, dokter jaga IGD memberikan terapi dan kemudian berkonsultasi dengan dokter spesialis paru, penyakit dalam dan anestesi untuk mendapatkan terapi dan penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Ketika itu, dokter jaga IGD sudah memberikan penjelaskan kepada keluarga, terkait dengan kondisi pasien. Namun, ketika itu kondisi pasien kurang transportabel untuk dirujuk karena memang kondisinya sudah semakin menurun. Selanjutanya, dokter tetap berusaha dengan pemberian terapi sesuai advice.
“Dokter tetap berusaha memberikan pertolongan, tetapi mengingat kondisi pasien sudah kritis, pasien akhirnya meninggal di IGD pukul 15.55,” lanjutnya.
Diia yang didampingi Jani Ginting juga menjelaskan bahwa setelah pasien meninggal dunia, jenazah rencananya akan dibawa pulang menggunakan ambulance (mobil jenazah), tetapi karena saat itu hari libur, driver ambulans RSMD dinas berdasarkan on call, tidak stand by di tempat seperti hari kerja biasa.
Dikarenakan tidak sabar, dari keluarga pasien yang kurang berkenan dalam menunggu kedatangan driver ambulance, sehingga ada saja oknum yang melakukan perbuatan yang kurang menyenangkan kepada petugas RSMD.
“Dalam hal ini, kebutuhan ambulance (mobil jenazah) sebenarnya tidak ada urgensi waktunya, karena pasien sudah meninggal dunia, kebutuhan ambulance saat itu (bukan untuk keperluan rujukan) ke rumah sakit lain, tetapi untuk mengantarkan jenazah dan perlu diketahui juga, sesuai prosedur setelah pasien dinyatakan meninggal dunia, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk dapat dibawa pulang,” tambahnya. # an/ses

Tags:
banner 468x60

No Responses

Leave a Reply